Tampilkan postingan dengan label kuliah komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah komunikasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2012

Buku Referensi untuk Kuliah Komunikasi Visual

dalam mata kuliah komunikasi visual, akan membahas beberapa poin yang dapat dijabarkan sebagai berikut :
  • estetika umum
  • persepsi
  • representasi
  • retorika visual
  • kognisi
  • semiotika
  • reception
  • naratif
  • estetika media
  • etika
  • literacy visual
  • cultural studies

buku tersebut dapat di download di sini

Selasa, 14 Juni 2011

Etika dan Etiket yang dimiliki oleh seorang Public Relations

Pengertian Etika

Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.

Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

Sedangkan kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 – mengutip dari Bertens 2000), mempunyai arti :

1.      ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak);
2.      kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
3.      nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

Misalnya, jika orang berbicara tentang etika orang Jawa, etika agama Budha, etika Protestan dan sebagainya, maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial.

Kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud di sini adalah kode etik. Contoh : Kode Etik Jurnalistik

Ilmu tentang yang baik atau buruk. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral.

Pengertian Etiket

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata “etiket”, 
yaitu :

1.      Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama, isi, dan sebagainya tentang barang itu.
2.      Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik.

Perbedaan Etiket dengan Etika
K. Bertens memberikan 4 macam perbedaan etiket dengan etika, yaitu :

1.      Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain, saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri, maka saya dianggap melanggar etiket.

Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. “Jangan mencuri” merupakan suatu norma etika. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri.

2.      Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan, maka saya dianggap melanggat etiket. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain), maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian.

Etika selalu berlaku, baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku, baik sedang sendiri atau ada orang lain. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa.

3.      Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan, bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan.

Etika bersifat absolut. “Jangan mencuri”, “Jangan membunuh” merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar.

4.      Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai “manusia berbulu ayam”, dari luar sangan sopan dan halus, tapi di dalam penuh kebusukan.

Etika memandang manusia dari segi dalam. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik, sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik.

Etika dan etiket yang dimiliki oleh seorang Public Relations

Berikut di bawah ini adalah beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari :
  • Jujur tidak berbohong
  • Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
  • Lapang dada dalam berkomunikasi
  • Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
  • Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
  • Tidak mudah emosi / emosional
  • Berinisiatif sebagai pembuka dialog
  • Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
  • Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
  • Bertingkah laku yang baik
Adapun beberapa cara yang dilakukan agar seorang Public Relations dapat menjaga etika dan etiket :
  • Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan
  • Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara
  • Menatap mata lawan bicara dengan lembut
  • Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum
  • Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar
  • Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara
  • Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon
  • Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara
  • Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi
  • Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara
  • Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik
  • Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, hormat, ces, cipika cipiki (cium pipi kanan - cium pipi kiri).
Kesimpulan

Setelah melihat penjelasan diatas, ada beberapa sifat yang dapat dimiliki oleh seorang Public Relations ;
  1. Jujur
  2. Adil
  3. Tahu tentang diri sendiri
  4. Focus pada kontribusi
  5. Non dogmatis
  6. Mampu membangkitkan potensi yang terbaik dari diri sendiri dan orang lain
  7. Terbuka pada perbedaan
  8. Visioner
  9. Memiliki disiplin diri, yang ketat dan seimbang

FUNGSI PUBLIC RELATIONS (PR)

Public Relations memiliki tugas utama untuk memberikan informasi keluar organisasi supaya system yang dimiliki organisasi dapat diterima lingkungannya.

Fungsi PR adalah:
  1. Mengabdi kepada kepentingan umum.
  2. Memelihara komunikasi yang baik.
  3. Menitikberatkan moral dan tingkah laku yang baik.
Dalam rangka mendukung fungsinya tersebut, maka penjabaran tugas dari departemen Public Relations adalah sebagai berikut:
  1. Programming, Meliputi analisa permasalahan dan kesempatan yang dimiliki perusahaan untuk dapat berkembang menentukan tujuan dan publiknya, merencanakan kegiatan, termasuk perencanaan biaya.
  2. Relationship, Secara aktif menjalin hubungan dengan pihak lain.
  3. Writing and Editing, Menerbitkan company profile, Flyers, Brosure dan lain-lain.
  4. Information, Pemilihan media dan saluran yang tepat untuk menyertakan informasi dan pemilihan pesan yang tepat untuk diinformasikan.
  5. Special Event, MICE ( Meeting ,Incentive ,Conference ,Exhibition ), Anniversary perusahaan
  6. Production, Membuat brosur , Buletin perusahaan
  7. Speaking, Menjadi Juru Bicara atau sumber berita
  8. Evaluation, Memperbaiki program yang lalu u ntuk perbaikan program selanjutnya .tahap ini adalah tolak ukur program yang sudah dilaksanakan

Minggu, 12 Juni 2011

Pengertian Public Relations

PUBLIC RELATIONS, 
merupakan salah satu profesi yang sangat penting untuk dimiliki oleh sebuah perusahaan. Mengapa begitu?

Public Relations sendiri memiliki beberapa definisi yaitu:

1.      Rhenald Kasali, 1994, dalam Manajemen Public Relations mengutip definisi John E. Marston bahwa Public Relations adalah seni untuk membuat suatu perusahaan disukai dan dihormati oleh public karyawan, konsumen, dan para penyalur.
2.      Frazier Moore, 1981, mengatakan ketergantungan perusahaan akan public dan bisnis, pemerintah, serta organisasi social lain membuat kebutuhan akan fungsi manajemen khusus, dan ini dikenal sebagai Public Relations.
3.      Grunig dan Hunt, 1987, memberikan definisi Public Relations sebagai komunikasi manajemen antara organisasi dan publiknya.

Berpijak dari definisi yang di atas, maka dapat disimpulkan beberapa persamaan pokok pikiran sebagai berikut:

  1. Public Relations merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh goodwill atau kesan yang baik dan perbuatan yang baik.
  2. Sasaran Public Relations adalah menciptakan opini public yang menguntungkan semua pihak.
  3. Publik Relations merupakan unsur yang sangat penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi atau perusahaan.
  4. Public Relations adalah usaha untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara suatu badan organisasi dengan masyarakat melalui proses komunikasi timbal balik (dua arah).
Pada intinya Public Relations senantiasa berhubungan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan muncul suatu dampak, yakni berupa perubahan yang positif.

Publik Relations (PR) adalah suatu bentuk komunikasi yang berlaku terhadap semua jenis organisasi, baik yang bersifat komersial maupun non komersial, di sector public (pemerintah) maupun privat (pihak swasta).

Jumat, 18 Maret 2011

Macam - Macam Citra Menurut Frank Jefkin


Citra adalah hasil gabungan dari semua kesan yang didapat dari pesan (simbol) yang diproduksi secara konsisten oleh perusahaan/organisasi, baik itu dengan cara melihat nama, mengamati perilaku atau membaca suatu aktivitas atau melihat bukti material lainnya.

Menurut Frank Jefkin terdapat 6 jenis citra, yaitu:

1. CITRA CERMIN (MIRROR IMAGE) 
Kesan yang diyakini oleh perusahaan (para pimpinan) terhadap organisasinya secara sepihak tanpa mengacuhkan kesan dari luar. Cenderung selalu merasa dalam posisi baik padahal jauh dari kenyataan, khususnya setelah dilakukan studi/ riset.

2. CITRA KINI (CURRENT IMAGE)
Kesan yang diperoleh dari orang lain tentang perusahaan/organisasi atau hal lain yang berkaitan dengan produknya. Kesan yang senyatanya terjadi terhadap perusahaan berdasarkan kesan dari publik eksternalnya.

3. CITRA KEINGINAN (WISH IMAGE)
Kesan yang memang diharapkan terjadi oleh perusahaan, atau seperti apa yang diinginkan dan dicapai oleh pihak manajemen terhadap lembaga/ perusahaan, atau produk yang ditampilkan tersebut lebih dikenal (good awareness), menyenangkan dan diterima dengan kesan yang selalu positif diberikan (take and give) oleh publiknya.

4. CITRA PERUSAHAAN (CORPORATE IMAGE)
Kesan yang berkaitan dengan sosok perusahaan sebagai tujuan utamanya sehingga bisa diterima oleh publiknya, misal : tentang sejarahnya, kualitas layanan, keberhasilan, tanggung jawab sosial (social care).

5. CITRA SERBANEKA (MULTIPLE IMAGE)
kesan yang berkaitan dengan segala aspek untuk lebih mengenalkan (awareness) terhadap identitas perusahaan. seperti : atribut logo, brand’s name, seragam (uniform) para front liner, sosok gedung, dekorasi lobby kantor, penampilan para profesionalnya.

6. CITRA PENAMPILAN (PERFORMANCE IMAGE)
Kesan yang lebih ditujukan kepada subjeknya, bagaimana kinerja/ penampilan diri (performance image) para profesional perusahaan/organisasi yang serba menyenangkan dan selalu baik. misal : dalam memberikan pelayanan, menerima telpon, menyambut tamu/pelanggan.